The Lippo Way! By John,The Case of Kemang Village[3]

The Lippo Way! By John,The Case of Kemang Village[3]



<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way! By John,The Case of Kemang Village[3] ">

 THE LIPPO WAY.
"Isnin sampai Juma'at bohongi Orang
Sabtu Minggu bohongi TUHAN"
By. John

Sebelum Anda lanjutkan membaca artikel berikut,Anda perlu membaca thread sebelumnya,agar mudah difahami;
Baca; The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[1] 
The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[2]


Cara‐cara Lippo

Dengan bermodalkan 7 senjata yang disebutkan sebelumnya, Lippo memanfaatkannya untuk melaksanakan niatnya dengan modus operandi sebagai berikut :
1. Cara halus
2. Cara kasar
3. Mencuri Ilmu
4. Bertebal muka
5. Manipulasi Saham
6. Serangan Gelap
7. Tumbal
Yang kesemuanya ini akan dirinci pada bab‐bab berikutnya.
Catatan : Apa yang saya tuliskan ini ada yang masuk akal sampai perbuatan yang sangat tidak masuk akal dan diluar nalar(pemikiran manusia yang waras) Maka itu, untuk memahami cara‐cara konglomerat ini beroperasi, bukalah fikiran anda selebar‐lebarnya untuk menerima hal baru.

BAB 2

CARA HALUS

Inti dari cara ini adalah dengan menggiring Anda untuk secara sukarela menyerahkan perusahaan atau aset property Anda pada Lippo group secara sah.Kok Mau ?

Kerana Anda sudah mengagguminya, Anda percaya padanya, dan Anda rendah diri di hadapannya. Ada juga masanya dimana Anda terpaksa melakukan deal ini dengannya. Kalau sudah begitu, apapun yang dia sodorkan Anda akan patuh saja Tapi semuanya itu sudah disetting.!

Kasus Kemang Village

Ceritanya, pemilik Kemang Village,ibu Maria Korompis sipemilik tanah raksasa di Kemang itu mahu jual tanahnya. Ibu Maria di dekati oleh seorang antek kepercayaan James Riady(Biasanya Eddy Sindoro).

Menurut sumber yang saya dengar, si Eddy ini adalah orang yang bisa berbohong sambil menatap tulus mata Anda. Jadinya,banyak sekali orang tertipu olehnya.

Dikatakan kalau James si bos besar sudah tertarik dengan tanah si ibu, dan meminta si ibu untuk datang menghadap si bos. Siapa bosnya? Itu tuh, si James Riady dari Lippo. Konon, si Ibu Maria Korompis kegirangan sekali mendengarnya (sama seperti waktu om saya dealdengan Lippo)

Pada hari H, ibu Maria dan keluarganya dilarang menggunakan mobil sendiri, tapi dijemput dengan Rolls Royce dari Lippo,oleh Eddy Sindoro yang notabene adalah tangan kanan bos besar. Sepanjang jalan, si ibu mendengar tangan kanan bos ini memuja‐muji kehebatan bosnya.

Memasuki kawasan Karawaci, si Eddy semakin menjadi memuja‐muji bosnya. Dia tunjuk sana sini.Tidak hanya kemampuan bosnya dalam mengelola bisnis dan membangun gedung‐gedung mewah, tapi juga tentang iman kristiani si bos.

Mobil masuk ke kompleks Taman Golf Karawaci, yang merupakan pemukiman paling elite disini.Si Eddy menunjuk ke kanan dan kiri sambil menyebutkan nama orang‐orang hebat yang tinggal di kompleks itu. Mobil melaju terus menuju gerbang yang lebih megah dan dijaga ketat. Setelahnya melaju menyeberangi jembatan menuju ke sebuah pulau dengan pemandangan yang asri, dimana berdiri rumah paling megah di kawasan ini.

Rumah ini luas dan beratap tinggi tapi tidak terlalu banyak pernak pernik. Didalamnya terkesan kosong dan luas, namun tetap mempertahankan kemegahannya.Saat mereka masuk kedalam,si bos besar ceritanya belum pulang.
Para tamu diantar ke ruang khusus untuk dijamu dengan hidangan‐hidangan mewah.Sementara itu, si Eddy terus saja melantunkan puji‐pujian setinggi langit perihal keluarga Riady.

Barulah, setelah si ibu mulai memuji‐muji si bos.Si bos tiba‐tiba datang. Bukan dengan cara masuk yang sama,tapi melalui helikopter yang sengaja lewat di depan para tetamu. Si bos akan turun dengan penuh gaya mendekati para tamu.Si Eddy akan bangkit dan menyambut sang bos,menyalaminya, kemudian memperkenalkan tamu mereka. Si bos menatap si ibu dengan ramah, dan menyalaminya.

Jika Anda adalah tetamu itu, kira‐kira apa yang Anda rasakan?

Saya dan keluarga, yang pernah menerima perlakuan serupa tentu saja ciut nyali. Kita merasa kecil dibandingkan yang mulia James Riady (JR). Rasanya,demikian jugalah yang dirasakan oleh Maria Korompis (MK)

JR : "Ibu, Maria tanah ibu bagus sekali, sayang sekali dijual.Tanah di Jakarta sudah langka sekali loh bu.Apalagi yang seluas ibu punya",

MK : "Yah, bagaimana ya.Saya tidak bisa urus tanahnya.Biaya makin mahal. Umur saya sudah tua. Mahu nikmatin aja"

JR : "Wah ibu salah sekali. Ibu harus fikirkan juga anak-cucu ibu.Begini aja, tanah ibu kan senilai 1 Trilyun ya.Saya bayar ibu 100 Milyar Rupiah, sisanya ayo kita bangun Apartment, Mall dan Office Building. Saya akan invest lagi 500 Milyar, sisanya kita akan ambil loan dari dana REITS yang bunganya Cuma 5%, jauh dari bunga bank sekarang yang 14%.
Perkiraan saya, nanti kalau sudah jadi, aset ini nilainya tidak hanya 1 Trilyun, tapi akan menjadi 1 bilion dollar. Ibu akan dapat 1 Trilyun yang Ibu mahu, dan sisanya adalah passive income untuk ibu dan keturunan ibu sampai selamany
a".

Singkat cerita, si ibu Maria ini terbuai dan menyetujui menanda-tangani kerja sama dengan Lippo.Dengan kondisi terkagum‐kagum dan percaya seperti ini,kalaupun Anda disodorkan perjanjian dengan kata‐kata menjebak,seringkali kita mengabaikannya. Kalaupun kita sadar, kita akan mengabaikannya juga. Kerana kita yakin Riady yang terkenal sangat saleh itu tidak mungkin berkhianat pada kita.
  

<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way! By John,The Case of Kemang Village[3] ">
                      Eddy Sindoro/Photo mediaindonesia.com    
Yang terjadi kemudian adalah ibu Maria dan keluarganya kehilangan seluruh tanahnya. Bagaimana bisa ?

Yang pertama adalah tentang bunga 5%. Benarkah itu? Ya secara legal memang Cuma 5%.Tapi mungkin yang Anda bayarkan lebih dari 100% Loh?

Iya, kerana kontraktor dari dia,bahan dari dia,arkitek dari dia,karyawan dari dia,semua‐semua dari dia dan kita tidak tahu berapa kali lipat dia mark-up.

Selain itu,penjualan juga sengaja dia perlambat.Akibatnya, perusahaan kesulitan cashflow dan terpaksa disita.Setelah disita,dia akan beli kembali dengan harga murah,dengan menggunakan keuntungan hasil mark-up yang kemarin. Dengan kata lain,wangnya hanya pindah dari kantong kanan ke kantong kiri.!

Tapi kenapa keluarga Ibu Maria Korompis tidak melakukan perlawanan?
Pertama, secara hukum mereka jelas sudah kalah.
Kedua, umumnya korban Riady ini dibuat sedemikian rupa mentalnya, hingga mereka tidak mampu melawan.

Bagaimana caranya? Saya akan bahas detail di bab‐bab berikutnya.

Kasus tanah lain yang mirip.Selain kasus model keluarga Maria Korompis ini, ada juga kasus yang setengah jadi.Bagaimana itu?

Yaitu, tanahnya dikuasai dulu,kemudian mereka akan membuat rencana bangun, kemudian membuat tiang pancang. Setelahnya mereka tinggalkan begitu saja.
Saat Anda protes, dengan santai mereka akan menjawab:
“Belum waktunya. Ekonomi belum bagus”

Anda mau protes? Ehhh tidak bisa, kerana anda telah menanda tangani perjanjian yang tidak memungkinkan Anda untuk memutuskan hubungan dengannya.Apalagi,mereka sudah invest sejumlah wang untuk tiang pancang,yang artinya adanya pengerjaan di tanah tersebut.

Ada saran untuk mengatasi jebakan ini, yaitu memaksakan untuk memasukan pasal terminasi atau pembatalan jika pembangunan terlambat.Tapi jarang sekali yang mampu melakukan itu. Kalaupun pasal itu berhasil dimasukan, seringkali para korban tidak mampu mengeksekusinya.
Kenapa?
Baca terus artikel ini dan Anda akan tahu sendiri jawabannya. Ini yang terjadi pada paman(Om)saya yang berusaha melawan mereka.

TO BE CONTINUED....

Share this: