The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[2]

The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[2]



<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[2] ">

Artikel ini lanjutan dari thread sebelumnya berjudul; The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[1]

Mari kita lanjutkan,
Untuk melakukan semua ini, mereka memerlukan senjata. Apa saja senjata itu?
Senjata Lippo adalah;
1. Koneksi Pemerintah2. Citra yang baik
3. Pameran Kemewahan

4. Menjual Mimpi
5. Network yang luas dan powerful
6. Serangan gelap
7. Tumbal.

BACA JUGA Freeport McMoran Eksploitasi Kekayaan Tanah Papua Selama 50 Tahun Hak-Hak Masyarakat Adat Diabaikan

Analisa:

Dalam contoh yang disebutkan sebelumnya, Lippobank masuk dalam Network yang luas dan powerful. Melalui bank itu, kita dapat memperoleh bocoran kekuatan sasaran :
1. Bisnis apa mereka?
2. Perputaran akaun mereka
3. Kemana saja mereka mentransfer wang mereka?
4. Siapa supplier?
5. Siapa Customer?

Melalui Bank ini juga dia memperbesar networknya yang powerful dengan mengetahui siapa supplier dan customer anda. Secara diam‐diam mereka akan menjalin relasi.

Setelahnya anda akan ditawari kredit. Ini masuk pada bagian menjual mimpi. Dengan begitu Anda akan membiarkan diri anda digiring ke penjagalan(penyembelihan), dengan cara membuka rahasia bisnis Anda.

Setelah itu mereka akan memanfaatkan kembali networknya yang sudah bertambah kuat itu untuk menekan Anda dan membuat bisnis anda bangkrut sebelum akhirnya mereka datang sebagai juru selamat.

Disini kita sudah membahas tentang nomor 4 (menjual mimpi) dan no 5 (Network yang luas dan powerful). Lalu bagaimana dengan 4 poin yang lain? Mari kita bahas satu per satu.
<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[2] ">
BACA JUGA Misteri Di Balik Kota Raksasa Meikarta "NEGARA DALAM NEGARA"

Koneksi Pemerintah

Sepanjang kariernya, Mochtar Riady selalu berkoar kalau dirinya tidak pernah memanfaatkan koneksinya di pemerintahan untuk kepentingan pribadi.Terus terang itu omong kosong besar...!!

Ini mengingatkan saya pada masa kecil saya. waktu itu, jika tercium bau kentut biasanya pelakunya adalah siapa yang teriakannya paling besar untuk mencari tersangka...Woiiii siapa yang kentut neh?
Seperti kata pepatah :
Orang baik tidak akan menyebut dirinya baik, orang kaya tidak akan menyebut dirinya kaya. Mereka yang berlaku demikian adalah orang yang tidak yakin akan kekayaan mereka dan tidak yakin akan kebaikan mereka.

Lippo Group,jelas memanfaatkan sekali koneksi pemerintahan ini untuk berbagai kepentingan pribadi.Tapi memang,cara kerjanya jauh lebih halus daripada orang kebanyakan.Yang meminta projek kemudian membagi‐bagi jarahan dengan korupsi.


Yaitu:

1. Membuat agar pemerintah tutup mata terhadap model bisnis mereka yang tidak etis.Ini terkait dengan cerita jebakan bank yang kita sempat bahas sebelumnya. Kenapa praktek yang sudah terendus umum ini bisa terus berjalan tanpa tindakan pemerintah? Konon kerana pihak terkait adalah orangnya mereka.

2. Mendorong agar pemerintah mengesahkan aturan yang sesuai dengan keperluan mereka untuk mengumpulkan kekayaan atau menyingkirkan pesaing,

3. Mendapat bocoran akan informasi rahasia negara,

4. Memanfaatkan aparatur negara untuk menghambat mereka yang harus di hambat atau memuluskan keinginan mereka.

BACA JUGA Target Uranium,Freeport McMoran Utus Obama Ke Indonesia

Beberapa Kejadian Sejarah Membuktikan ini :

1. Pada Krisis Moneter 1998, semua orang tahu kalau Lippo Group adalah Bank busuk. Namun mereka berhasil lolos dari pengambil alihan oleh negara antara 1997‐1998,

2. Pada saat pemerintah mengumumkan rekap.Yang mana pemerintah bersedia mensubsidi bank‐bank yang sakit dengan mengeluarkan surat hutang negara.Lippo tiba‐tiba saja menjadi bank sakit dan menjadi Bank Swasta pertama yang menerima dana rekap lebih dari 6 trilyun rupiah,

3. Saat ekonomi pulih, Sebuah Konsortium Asing yang aneh tiba‐tiba saja membeli Bank lippo dengan harga Cuma 1 trilyun rupiah.
4. Dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana dukungan Lippo terhadap Jokowi baru‐baru ini? tentu saja tidak gratis.Lippo memiliki jaringan Hospital Siloam yang sangat luas. Sebuah tantangan tersendiri jika ingin membuatnya tetap bernafas. Maka itu Lippo memerlukan jaminan pemasukan yang diperolehnya dari BPJS.

Apa itu BPJS ?
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah badan hukum publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan social & JHT;Jaminan Hari Tua-sejenis SOBSO di Malaysia
BPJS terdiri dari:
- BPJS Kesehatan, dan
- BPJS Ketenagakerjaan.
Siapa saja yang menjadi peserta BPJS Kesehatan?
Semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS termasuk orang asing yang telah bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia dan telah membayar iuran.

<img src="The Lippo Way.jpg" alt=" The Lippo Way !By John,Cara Sukses ala Lippo[2] "> 
Siloam Hospital/Image by google



Tapi jika sampai disana, bukanlah Lippo namanya. Dalam beberapa desas-desus yang berhasil saya telusuri, Lippo konon meminta posisi bagi orangnya untuk ditempatkan di Kementrian Kesehatan atau Dinas Kesehatan (saya
tidak ingat). Alasannya sangat masuk akal, yaitu kerana banyaknya pegawai Indonesia yang tidak benar maka beresiko pencairan BPJS untuk Siloam di hambat.


Jokowi katanya sih tidak menaruh curiga dan langsung menyetujuinya.
Nah,disini dia memanfaatkan posisinya untuk menunda atau menghambat pembayaran BPJS dari hospital lain yang jadi sasarannya. Dengan dicekiknya pembayaran BPJS, Hospital itu akan kesulitan cash flow dan akhirnya dapat dia beli dengan murah.

Cara diatas itu berhasil beberapa kali, tapi katanya,tidak selalu berhasil. Alasannya kerana bukan Cuma dia saja yang menyusupkan orangnya di Dinas Kesehatan.

Kisah tentang Siloam ini sebenarnya lebih rumit lagi, dan digunakan untuk tujuan yang lebih mengerikan oleh Lippo Grup. Tapi untuk sementara cukuplah sampai disini.Saya akan ceritakan lagi perihal ini di bab yang selanjutnya
Citra yang baik

Lippo Group, bisa terus mencelakakan banyak orang, tidak lain dan tidak bukan adalah kerana mereka berhasil membuat orang lengah melalui citra baik yang dia bangun.

Citra sebagai seorang Kristian yang taat.
Citra sebagai seorang Misionaris.
Menjadi Pendeta
Membangun Gereja
Lulusan Theologi
Membangun Sekolah
Membangun Hospital.
Citra sebagai pebisnis yang memiliki pandangan jauh kedepan dan ahli dalam mengelola bisnis.Dan yang terakhir adalah menulis buku yang isinya puji-pujian pada dirinya sendiri.

Zaman dahulu saat orang masih terbuai oleh citra ini, setiap kali Lippo go-public orang akan berbondong‐bondong membelinya. Harganyapun dia goreng sampai10 kali lipat, hanya untuk dihancurkannya kemudian dan dibelinya dengan harga lebih murah.
Detail akal‐akalan ini akan saya bahas kemudian di bab lain.

Pameran Kemewahan

Satu lagi cara Lippo untuk membius lawan‐lawannya. Dia akan dengan royal-boros mentraktir anda dengan Rols Roys,Helikopter, Gedung‐gedung megah, dan makanan enak,disertai puji‐pujian oleh karyawan pada bos mereka,untuk membuat anda rendah diri atau lengah.

Setelah lengah dan rendah diri, Anda akan dengan mudah digiring untuk menanda tangani perjanjian yang berat sebelah sebelum akhirnya dimakan olehnya.Detail tentang hal ini juga akan saya bahas di bab‐bab berikutnya.

Serangan gelap

Adalah cara untuk menyingkirkan penghalang ataupun potensi musuh oleh Lippo.Tidak semua orang bisa dengan mudah mereka kelabui. Ada orang‐orang yang dengan gigih melawan mereka.Kepada orang‐orang ini,Lippo tidak segan‐segan melenyapkan mereka dengan serangan gelap.Serangan gelap ini seringkali bertujuan untuk membunuh.
Ya, Anda tidak salah baca.Ini sungguh serangan gelap untuk menyingkirkan lawan dengan cara membunuhnya.Ini adalah poin yang mungkin bagi pembaca sangat sulit untuk di percaya.
Namun saya mengalaminya sendiri.Om saya meninggal tidak wajar, dan tidak hanya Om saya. Ada sederet nama yang meninggal setelah bisnis dengan kelompok ini.
Sama seperti sebelumnya, detail mengenai hal ini akan saya bahas di bab‐bab selanjutnya.

Tumbal


Makna Tumbal (bahasa Jawa)adalah korban (persembahan dan sebagainya) untuk memperoleh sesuatu (yang lebih baik)
Tumbal,juga adalah sesuatu atau seseorang yang diserahkan sebagai korban untuk suatu keinginan tertentu. Tumbal berkaitan erat dengan dunia mistik sehingga pembuktiannya sangat susah. Tumbal bisa berupa sesaji haiwan maupun manusia. Seseorang yang dijadikan tumbal biasanya akan meninggal atau mengalami cacat seumur hidup. Akan tetapi pada zaman sekarang ada yang dinamakan dengan istilah tumbal politik, yaitu demi kepentingan satu golongan mereka tidak segan-segan mengorbankan kelompok ataupun orang lain demi mencapai tujuan mereka. Mengorbankan dalam istilah politik ini bukan berarti membunuh, melainkan menjatuhkan harga diri, jabatan, atau hal lainnya.

Adalah cara Lippo untuk lepas dari tanggung jawab atas perbuatannya. Ada kalanya Lippo berhasil disudutkan kerana satu dua hal. Jika ini terjadi mereka tidak akan mahu menerima tanggung jawab dan lebih suka menggunakan tumbal.Contoh paling nyata adalah saat Lippo Group tertangkap tangan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) melakukan suap urusan first media yang sempat heboh beberapa tahun lalu. Tak ada satupun keluarga Lippo yang tertangkap, dan pelakunya dengan sukarela menjadikan dirinya tumbal.

Ada juga permainan good cop bad cop yang dimainkan ayah dan anak Riady (Mochtar dan James). Dimana Mochtar Riady memainkan peranan baik dan James Riady menumbalkan diri sebagai peranan antagonis yang jahat.

Kedua peranan ini akan menjadi penyeimbang grup Lippo,agar namanya tidak jadi jelek.

Buktinya?

  Mudah saja. Lihat 100 orang terkaya di Indonesia. Ada yang namanya James Riady ? Sama sekali tidak ada. yang ada adalah Mochtar Riady. Artinya, rampasan James senantiasa diserahkan ke bapaknya. Tapi secara menjijikan, si bapak ini terus menampilkan muka tak berdosa.

Urusan tumbal-menumbal ini terlalu sederhana jika contohnya adalah kasus itu. Masih banyak lagi. Lebih detailnya izinkan saya bahas di bab yang lain.
TO BE CONTINUED....

Share this: